”Arya Wiraraja” Dinobatan di Depan Masjid Agung

November 29th, 2006

SUMENEP-Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-737 ditandai dengan pagelaran prosesi pengangkatan Arya Wiraraja sebagai raja Sumenep dan kirab seni budaya, kemarin.


       

Kirab budaya berlangsung sangat meriah. Ribuan masyarakat memadati sepanjang Jalan Trunojoyo tempat dilangsungkan kirab tersebut.

Sedangkan pagelaran kolosal pengangkatan Arya Wiraraja dilakukan di depan Masjid Agung Sumenep. Sebuah panggung berangka besi yang didirikan di depan masjid menghadap ke timur menjadi titik awal perhelatan seni budaya terbesar di Madura ini.

Masyarakat pun dibikin takjub dengan kebesaran dan keagungan budaya masa silam yang ditampilkan dalam bentuk tari, panggung, hingga busana dengan warna cerah yang menampakkan ciri khas Madura.

“Prosesi ini menggambarkan penyambutan dan luapan kegembiraan rakyat sumenep menyambut pemimpin yang baru. Penyambutan itu berupa pernyataan setia para akuwu dari daerah Bukabu, Lobuk, dan Tanjung dan daerah lain yang membawa panji-panji Arya Wiraraja,” kata sutradara prosesi Arya Wiraraja, Edy Setiawan, kepada koran ini.

Prosesi pengangkatan Arya Wiraraja dikemas seperti halnya ketika masa kerajaan. Hampir semua seni dan budaya yang dimiliki daerah ini, mulai zaman kerajaan hingga sekarang ditampilkan secara bergiliran. Seperti tari panyongsong, tari codik somekar, tari panyo’on, parade hadrah, hingga musik tong-tong.

“Semua ini merupakan penggambaran kegembiraan rakyat Sumenep. Karena kita tahu, Wiraraja adalah tokoh penting di Kerajaan Singosari yang dikenal bijaksana dan pintar dalam politik,” terang Edy.

Yang ingin dicapai dari kegiatan ini, selain ingin melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, adat istiadat, busana, dan tari, menurut Edy, juga merupakan puncak kebangkitan seniman-seniman Sumenep. “Kita tahu, kirab seni dan budaya ini diikuti 1.100 seniman dan budayawan kabupaten ini. Dari cahe, sandur, saronen, duhu, dan can-macanan. Di saat inilah mereka bisa menunjukkan eksistensinya,” ujarnya.

Budayawan Madura ini berharap, ke depan, nilai- nilai tradisi daerah tidak punah. Terutama bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan akbar ini. “Minimal mereka tahu budaya dan tradisi daerah Sumenep. Selama ini seniman haus even dan kesempatan untuk tampil. Di hari jadi ini, mereka ternyata masih bisa berkreasi,” ujarnya dengan bangga.

Setelah acara prosesi pengangkatan Arya Wiraraja, kemudian digelar seni dan budaya yang dilepas oleh Wakil Bupati Sumenep Moh. Dahlan. Kirab menampilkan semua karya seni dan budaya Kabupaten Sumenep dengan berkeliling kota.

Namun, prosesi dan kirab yang berlangsung mulai pukul 13.30 ini dan berakhir sekitar 17.30, tidak dihadiri Bupati Moh. Ramdlan Siradj. Informasinya, bupati tidak hadir karena sakit.

Tampak di kursi undangan VIP, wakil bupati, Ketua DPRD Sumenep Abuya Busyro Karim, muspikab, dan seluruh pejabat pemkab

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumenep Ir Edy Mustika mengatakan, gelaran ini selain untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Sumenep, juga sebagai ajang promosi pariwisata. “Kita berharap, ke depan, wisata daerah ini akan lebih baik,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Moh. Dahlan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemkab dan masyarakat untuk menjadikan Sumenep lebih baik. “Marilah kita jadikan hari jadi ini sebagai motivasi bagi kita bersama untuk bekerja lebih baik di masa yang akan datang,” harapnya. (zr)

sumber : www.jawapos.com

Entry Filed under: East Java News

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

November 2006
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts