Gali Kolam Temukan Pemujaan
November 28th, 2006
Satu unit bangunan yang diyakini sebagai situs bersejarah ditemukan di Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan. Bangunan berbentuk pintu gerbang tempat pemujaan terletak di ke dalaman dua meter dari permukaan tanah.
テつテつテつテつテつテつテつ
Di pintu masuk tangga terdapat dua patung naga. Tekstur bangunan berukuran 2,5 x 6 meter itu sebagian terbuat dari batu bata besar dan batu utuh. Batu bata besar dalam istilah arkeologi disebut masive.
Dugaan jika bangunan itu adalah tempat pemujaan setelah sembilan petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Jawa Timur meneliti bentuk bangunan tersebut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui umur dan jenis bangunan yang sempat menggemparkan warga Desa Darungan itu.
Sebenarnya, situs itu ditemukan pada 15 Juni 2005 lalu. Namun yang terlihat hanya moncong naga. Perangkat desa melaporkan penemuan situs itu ke BP3 beberapa waktu lalu. Pada 23 November dilakukan penggalian lebih dalam.
Sayuthi, pria yang kali pertama menemukan bangunan. Pria berusia 65 tahun itu sebenarnya berencana membuat kolam baru di samping rumahnya. Lantaran kolam, tanah harus dikeruk minimal 3 meter dari permukaan tanah. Belum sepenuhnya menggali, cangkulnya menyentuh batu bata besar. Batu besar itu ternyata kepala naga yang menghadap ke barat. “Saking kerasnya, cangkul cuwil. Terus saya gali lagi, ternyata ada tangga. Akhirnya sayalaporkan ke orang-orang. Baru pada 23 November petugas dari Mojokerto datang meneliti,” kata Sayuthi.
Sementara itu, Arkeolog BP3 Trowulan Kuswanto mengindikasikan bangunan itu peninggalan jaman kerajaan Majapahit abad 17 silam. Dari bentuknya, memang menyerupai pintu gerbang menuju tempat pemujaan. “Ciri-cirinya ada Ukel atau kepala naga di samping kiri kanan bangunan. Kalau pintu gerbang rumah atau istana, pasti ada Dwarapala atau patung raksasa. Situs Besole ini tidak ada Dwarapala,” kata Kuswanto.
Kini pihaknya terus melakukan penggalian di sekitar lokasi penemuan bangunan. Lokasi penemuan masih diberi pembatas dan dijaga selama 24 jam penuh oleh Sayuthi dibantu warga sekitar. Ada dugaan, selain pintu gerbang juga terdapat candi atau sejenisnya. Pasalnya, di atas bangunan ditemukan batu-batuan besar yang biasa digunakan candi-candi pada umumnya. “Banyak batu-batuan besarnya,” pungkas Kuswanto lagi. (ziz)
sumber : www.jawapos.com
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed