Serba-Jawa di Sekolah Diana
November 24th, 2006
SURABAYA - Suasana di Yayasan Pendidikan Diana kemarin berbeda dengan hari biasa. Begitu memasuki halaman, nuansa pedesaan Jawa sangat terasa di sekolah yang terletak di Jalan Kartini itu.
テつテつテつテつテつテつテつ
Gambar-gambar hasil-hasil pertanian dan sawah terpampang di beberapa sudut sekolah. Beberapa lokasi juga dipermak sedemikian rupa guna menghadirkan suasana pedesaan. Para guru dan murid juga berdandan ala penduduk pedesaan Jawa. Yang wanita mengenakan kebaya dan batik, yang pria memakai sarung lengkap dengan cangkul dan caping.
Tidak hanya dekorasi dan pakaian, makanan yang disajikan pun khas. Misalnya, tumpeng, bubur merah, jagung, dan kacang-kacangan. Begitu pula hiburannya. Pihak sekolah menyajikan musik tradisional Jawa. Irama gamelan dan suara sinden mengiringi tarian yang dibawakan siswa TK dan Play Group.
Ada apa di Yayasan Sekolah Diana? Hari itu mereka sedang memperingati hari Thanksgiving. Hanya, kali ini mereka mengambil tema berbeda. Yakni, mensyukuri hasil panen.
Menurut Kepala TK dan Play Group Diana, Judicia Lamantatow BSc, dalam acara tersebut anak-anak diajari bersyukur atas hasil panen yang selama ini mereka nikmati sehari-hari di meja makan. “Sebelum makan, harus mengucap syukur. Begitu pun setelah makan,” katanya.
Tak hanya itu. Pengenalan budaya dan adat Jawa yang sudah mulai terkikis juga dilakukan dalam acara tersebut. Anak-anak dikenalkan makanan dan cara khas bangsa Indonesia untuk bersyukur. “Kami mengenalkan tumpeng dan selamatan, ciri khas Indonesia untuk mengucap syukur pada Yang Mahakuasa,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut sangat didukung orang tua murid. Hampir semua murid yang datang kali itu didampingi orang tua masing-masing. Seperti Lina Kurniawati, warga Petemon yang mengantarkan anaknya, Adrian Rafael. Lina mengaku sangat senang dengan kegiatan yang baru diadakan kali pertama itu. “Sangat positif. Dengan begitu, anak tidak melupakan tradisinya. Mereka jadi lebih bersyukur atas karunia yang didapat,” katanya.
Murid-murid pun sangat antusias mengikuti jalannya acara. Jade Gunawan dan Sellyn Wijaya mengatakan sangat senang memakai baju adat Jawa yang mereka tidak pernah tahu. “Bubur merah ini rasanya enak ya. Apalagi tumpengnya,” ujar Sellyn polos.
Pengenalan budaya memang menjadi salah satu program kerja TK Diana. “Bukan hanya budaya Jawa, tapi juga budaya Tionghoa seperti imlek, serta budaya barat seperti halloween,” kata Judicia. Program seperti itu diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa.
Yang menarik adalah tampilnya rombongan karawitan beserta sinden. Pihak sekolah mencomot rombongan karawitan keliling. “Kita dapatnya baru kemarin (Rabu, Red),” kata Judicia. (cie)
sumber : www.jawapos.com
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed