PERISTIWA TEWASNYA BRIG. JEND. MALLABY DI DEKAT JEMBATAN MERAH
October 12th, 2006
Pada tanggal 30 Oktober 1945 diadakan pertemuan antara Presiden Sukarno, Wapres Moh. Hatta, Menpen Amir Syarifuddin, Gubernur Soerjo, residen Soedirman dengan Mayjen D.C. Hawthorn, pimpinan tentara Sekutu di Jakarta.
Sebagaiテつ salahテつ satuテつ hasil pertemuan itu テつ dibentukテつ suatuテつ Kontakテつ Komisi,テつ yang diharapkan dapat memudahkan hubungan kedua belah pihak.Disetujui pula agar tembak-menembak oleh kedua belah pihak dihentikan. Namun dalam kenyataannya, tembak-menembak berlangsung terus. Akhirnya diputuskanテつ paraテつ anggotaテつ kontak Komisi turun ke lapangan. antara lain yang dikunjungi daerah Jembatan Merah. Disitu terletak gedung Internatio, yangテつ merupakanテつ markas Pasukan Komandan Brigade ke-49 Inggris, yang bertugas di Surabaya. Di seberangnya, para pejuang Arek-arek Suroboyo berada di sekitar Jembatan Merah.
Tembak-menembak sering terjadi antara kedua tempat itu. Pada tanggal 30 Oktober 1945, dengan berkendaraanテつ beberapaテつ mobil para anggota Kontak Komisi berusaha menuju gedung Internatio, yang dituntut oleh arek Suroboyo agar dikosongkan oleh tentaraテつSekutu yangテつ menurut persetujuan harus ditarik mundur ke Tanjung Perak. Di antara para anggota Komisi itu terdapat Residen Soedirman, Doel Arnowo, T.D. Kundan, Brigjen Mallaby. Hariテつ sudahテつ mulaiテつ gelap テつ ketikaテつ rombongan itu melalui tempat perhentian trem listrik, yang terletak beberapa belas meter sebelah utara Jembatan Merah ke arah gedung Internatio.
Di situlah mobil yang ditumpangiテつ Brigjen Mallaby terdengar mengalami ledakan sekitar jam 20.30. Ia kemudian ditemukan tewas. Tewasnya Brigjen Mallabyテつitulahテつyangテつmenjadi salah satu alasan bagi penggantinya sebagaiテつpanglimaテつtentaraテつSekutuテつdiテつ JawaテつTimur, MayjenテつE.C.テつMansergh,テつuntuk mengeluarkanテつultimatum padaテつtanggalテつ9テつNovemberテつ1945 agarテつpihakテつIndonesia di Surabaya meletakkan senjata selambat-lambatnya jam 06.00 tanggal 10 November 1945.
Ultimatum itu ditolak oleh pihak Indonesiaテつdanテつpada pukulテつ06.00 pagi tanggal 10 November 1945 tentara Inggris mulai menggempur kota Surabaya dari kapal perang, psawat udara, serta pasukannya yang bergerak dari Tanjung Perakテつ menujuテつ tengah kota. Paraテつ pejuangテつ Indonesiaテつ mengambil テつ siasat mengundurkan diri dari dalam kota Surabaya dan meneruskan perjuangan dari luar kota.
sumber : www.petra.ac.id
Entry Filed under: East Java News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed